Baru Memulai Olahraga Lari? Ikuti 5 Tahapan Ini


Olahraga lari kedengarannya sederhana. Kita tak butuh menyiapkan tidak sedikit peralatan dan dapat mulai berlari ketika ini juga.

Tapi, faktanya mengawali olahraga lari tak semudah kedengarannya. Terutama bagaimana mengejar motivasi guna lari.

Nah, kamu dapat mengikuti lima tips ini saat mulai berkomitmen guna rajin lari.

1. Menemukan sepatu yang tepat

Menemukan sepatu guna lari tak sekadar melakukan pembelian barang mencari sepatu yang enak dilihat, tapi pun harus enak dipakai.

Jika sepatu yang dipakai terlalu sempit, terlampau longgar, alasnya licin, dan beda sebagainya, maka lari anda tak bakal menyenangkan. Bisa-bisa, bukannya mendapat kesenangan, anda malah lecet sepanjang jalan.

Cobalah pergi ke toko sepatu di sekitarmu dan konsultasikan untuk ahlinya untuk mengejar sepatu yang tepat.

Beberapa toko sepatu ternama bahkan mempunyai treadmill yang dapat kamu pakai untuk mengupayakan berlari dengan sepatu itu.

Ada sejumlah faktor yang dapat kamu simaklah dalam memilih sepatu yang tepat. Pelatih lari di Mile High Run Club, Hollis Tuttle menjelaskan, saat mencoba sepatu lari pilihlah yang pas dengan kaki. Pas berarti anda masih dapat memasukkan satu jari di unsur belakangnya.

Sepatu yang tepat bakal terasa pas di unsur tumit dan unsur tengah kaki, tetapi masih mempunyai ruang di dekat ujung kaki, sampai-sampai tidak membuat ibu jari dan jari-jari mengerucut sebab sempit.

Ia merekomendasikan supaya kita melakukan pembelian sepatu pada senja atau malam hari saat ukuran kaki anda lebih besar. Cobalah sepatu kanan dan kiri sebab terkadang ukuran kaki tidak sama.

Jika urusan tersebut terjadi, pilihlah ukuran sepatu yang cocok dengan kaki yang lebih besar.

Ketika mendarat di rumah, pelatih lari John Honerkamp menganjurkan kita untuk mengupayakan sepatu itu untuk berlari sebentar. Jika merasa tidak cukup cocok, anda masih dapat menukarnya. Tapi, ingatlah tidak boleh mengotorinya ketika mencoba.

2. Berkomitmen guna lari

Memulai kelaziman baru bukanlah urusan mudah. Apalagi andai kebiasaan baru tersebut ialah salah satu ketakutanmu.

Tapi, ada teknik untuk memulainya secara perlahan. Pertama, buatlah jadwal lari memakai kalender atau aplikasi. Usahakan patuh pada jadwal tersebut.

Misalnya, jadwalkan lari seminggu sekali masing-masing Minggu malam. Jangan tak sempat untuk menata pula di mana dan berapa lama anda akan berlari.

"Jika kendala tersebut sudah anda jalankan, anda akan merasa lega dan termotivasi sebab targetmu tercapai," kata Tuttle.

Instruktur Peloton Tread. Abecs Gentry menambahkan, buatlah jadwal lari seolah itu ialah acara penting. Dengan begitu, anda akan lebih berkomitmen guna meraih tujuanmu dan dirimu sendiri yang bertanggungjawab andai jadwal itu ditunda.

Jika anda benar-benar kendala untuk berkomitmen, Honerkamp menganjurkan untuk menggali teman berlari. Ketika mempunyai teman berolahraga, anda dan temanmu akan ingin saling mengingatkan.

Di samping itu, anda atau juga temanmu ingin tak hendak mengacaukan jadwal orang lain.

3. Jangan fobia berlari

Hanya karena anda berkomitmen guna mulai lari, bukan berarti anda harus terus menerus berlari semenjak awal.

Mulailah dengan program lari yang dipadukan dengan jalan kaki. Pada program tersebut, buatlah sesi lari menjadi interval pendek yang digabungkan dengan jalan kaki.

"Lari ialah versi cepat dari jalan kaki. Jadi, yang mesti dilakukan ialah mulai dari perlahan," kata Gentry.

Seiring berjalannya waktu, percepatlah jalanmu menjadi jalan cepat sampai-sampai jantung terbiasa dengan kecepatan itu dan kemampuannya semakin meningkat.

Ketika satu pola telah terasa ringan, tingkatkan kemampuanmu dengan jogging dan menggabungkannya dengan jalan cepat.

Gentry menyarankan mengawali pola lari "sandwich", yaitu mempercepat akselerasi di tengah-tengah sesi.

Contohnya, sesi lari 10 menit bakal terdiri dari jalan cepat 3,5 menit, 3 menit jogging dan 3,5 menit jalan cepat.

Dari sana, tingkatkan durasi jogging dengan tetap mengawal sesi lari dilangsungkan selama 10 menit. Ulangi polanya dengan melanjutkannya sampai waktu total.

Jangan terlalu konsentrasi pada jarak saat baru mengawali sesi lari. Tuttle mengatakan, lebih baik untuk mengawal durasinya tetap tertata daripada menambah jarak.

"Akan lebih menyenangkan saat kita sadar dapat meningkatkannya masing-masing minggu," ujar dia.

4. Meningkatkan masa-masa dan jarak secara perlahan

Jika sebelumnya anda jarang berlari, anda tidak bakal langsung menjadi pelari hebat saat mau memulainya dengan berkala.

Tak masalah andai kamu baru mampu berlari selama 2 km atau 10 menit seminggu.

Honerkamp menambahkan, tidak sedikit pelatih lari memakai aturan 10 persen.

"Jadi, tidak boleh meningkatkan jarak lebih dari 10 persen dari minggu kesatu kita mengawali lari," ujar dia.

Contohnya, saat kita memulai lari dengan durasi 10 menit, tiga kali seminggu. Ini sama dengan total 30 menit.

10 persen dari 30 menit ialah tiga menit. Jadi, pada minggu berikutnya kamu dapat meningkatkan durasi lari menjadi 33 menit.

Dari perspektif jarak, andai kamu lari 2 mil atau 3,2km per hari, tiga kali seminggu, ini sama dengan total 6 mil atau 9,6 km.

Tergantung dengan kecepatan dan jarak, anda akan mengejar mana pola yang sangat sesuai.

Meskipun anda bahkan telah jatuh cinta dengan lari dan hendak setiap hari berlari, pastikan guna tidak berlari terlampau kencang dan terlampau keras.

"Penting supaya kamu menambah durasi atau jarak secara perlahan," kata Tuttle.

Menambahkan terlalu tidak sedikit durasi atau jarak terlampau cepat dapat menimbulkan cedera sebab tubuh tidak siap dengan beban yang ditumpukan.

5. Mencoba pola pelajaran atau bareng pelatih lari

Sekali anda patuh pada pola lari rutin, barangkali kita akan mengharapkan tantangan yang lebih untuk semangat ekstra.

Tapi, kita barangkali akan kendala untuk menyesuaikan pola latihannya. Oleh karena tersebut mungkin kita dapat meminta pertolongan pada pelarih lari atau dari software ponsel.

Honerkamp menganjurkan untuk mengerjakan riset terlebih dahulu dan berkonsultasi pada ahlinya atau bergabung dengan klub lari.

Sementara Tuttle merekomendasikan guna berkonsultasi pada pelatih lari. Sebab semua pelatih lari akan menyatakan segala persoalan yang hendak kita tanyakan.

Belum ada Komentar untuk "Baru Memulai Olahraga Lari? Ikuti 5 Tahapan Ini"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel